Sabtu, 02 Maret 2013

MADING KAMI :* (edisi 2)

haiiii, AKU KEMBALI LAGI ,. ohohohoee.,

mading is BACK!

berikut ini Edisi 2 ., ohyaa mading kami ini terbit 2 bulan sekali.
ini gambar-gambarnya beb! moga menginspirasi :))

ini mading kami! keren kan ? *plak!


mading edisi 2 udah jadi! yeay!


mading kamiii !!


ini latar mading kami (masih proses) (belum jadi) keren kan ? :3


 Tema mading kami adalah "MAKASSAR" ., berhubung kami kami semua dari kota makassar, kota tercinta kami. sekolahnya juga di makassar, tempat tinggalnya juga di makassar. pokoknya dari makassar. TITIK! hehhe, jadi rubrik-rubriknya pasti berhubungan dengan Makassar! kecuali cerita bersambung (cerbung)

adapun rubrik dan kreasi gambar lainnya adalah :

- latar  : PANTAI LOSARI (walaupun agak-agak gak mirip yah :) hehe)
- tema  : MAKASSAR
- judul   : Makassar Kota Daeng

rubriknya masih sama seperti di edisi 1, jadi yah gitu deh. hahah, alhamdulillah 2 mading udah terbit :) moga program mading ini lancar terus menerus hingga akhir kepengurusan ., amin ya allah :D

COMING SOON !!!
Mading edisi 3
tema dan lainnya masih belum terpikirkan :D
mungkin edisi 3 nya pertengahan Maret 2013 :)
SO DON'T MISS IT !!
:D

MADING KAMIII :* (edisi 1)

HAII HAII !!!!
sudah lama gak post! nah kali ini aku mau post mading buatan kami ,. aku sendiri dari bidang penalaran ., so berikut ini foto-fotonya ,. sedikit sihh, but semoga menginspirasi :))


ini mading kamiii :*



mading edisi 1 sudah jadi!


tema mading kita adalah "UJIAN" berhubung kakak kelas and adek kelas 3 yang sedang gencarnya belajar keras karena akan menghadapi ujian akhir, maka kami mensupport mereka lewat mading-mading kita ini. 

adapun rubrik maupun kreasi gambar lainnya, saya akan jelaskan :))

- latar : rak dengan buku-buku pelajaran
- tema : UJIAN
- judul : EXAM I CAN DO IT !
- adapun rubriknya :  - Fitri Rahmadani : Salam Redaksi, Saran Kritik dan Fakta Unik
                                 - Nur Wilda Sari : Kuis dan Opini
                                 -Nur Inayah        : Sms Dakwah dan Hadist
                                 - Andi Rabiah Adawiyah  : Bahasan Utama dan Nasyid
                                 -  Andi Nur Afifah (saya) : Cerbung (cerita bersambung)
                                 -  Budiawati   : BIOGRAFI TOKOH
                                 -  Andi Utari Anas  : Kamus bahasa
                                 -  Puspita Muslimah  :  Puisi
                                 -  Zay Mayziadah  : Staf redaksi dan Tips-tips
                                 -  Nurul Mukhlisa Khair  :  Kata Motivasi
                                 - Khadijah    : Info Sehat

Banyak juga sih heheh, okey tunggu mading edisi 2 nyaa yahh *capcuz!

Kamis, 14 Februari 2013

Padamu Rabb, Aku Ternodai



gemuruh kecewa berontak dalam dada
menyisakan aroma wajah yang terpaut miris
kasih sayangku seakan kurang menggeletar d setiap urat nadiku
padamu aku menyesal Rabb


perlahan kugoreskan ranting luka di hati
bersimpuh sendu pada sajadah kusam
kian bibir yang basah ucapkan rentetan doa yang entah
sunyi. mencekam. senyap.
menyeruakkan segala euforia nista yang tersulut


ampun aku Rabb
aku menyesal telah masuk jurang kemaksiatan
kerana nafsu birahi berbalik kendali
menciptakan simphoni dosa


Rabb, izinkan daku mengubah segalanya
biarkan kanvas dosaku bersih dari lukisan keburukan
izinkan aku merajut benang keimanan berwarna kasih sayang
bersamaan dengan merpati yang terbang mendayu-dayu


Senin, 04 Februari 2013

Hujan (MOMEN TERINDAH)


saatnya ribuan rintikan menghujam seluruh pelosok dunia.
menghempaskan desahan angin keras di udara
aku yang kala berteduh di bawah temaram cahaya
menatap gigil, merasuki dinginnya kalbu ini

ku tengadahkan wajah keatas
tersentak ..
oh duhai hujan betapa memesonamu hari ini
dan akhirnya ..
kuberlari riang menerobos derasnya hujan
menari-nari dalam damainya
berpijak santai di genangan air

kau tahu?
inilah momen terindah bagiku :)


LEMBAYUNG SENJA (puisi)

gemerisik ayunan pohon berbunyi
mengikuti lantunan angin yang berhembus
menggelitik nalar jiwa yang beradu
dan segala kerisauan pun hanyut dalam damainya lembayun senja

jingga keorengan hadir dalam kanvas langit
melukis sketsa abstrak yang membelai lembut
yang dibumbui oleh fatamorgana alam
kian sajak keindahan pun menyatu
menyatu dan terbentuklah lembayung senja

pikiran-pikiran menyusup di dedaunan hati
berdendang santai menyapu pandangan dengan senang hati
tenggelam dalam mesraku kepada-NYA
yakni mengadu pada dzikrullah

lembayung senja lembayung senja
pun momen ini sudah tersimpan di benakku
menyatu dalam fikiranku
seakan aku dan kamu
bercerita di sudut petang yang santai

Sabtu, 02 Februari 2013

SEJUTA (sebuah pantun)

desahan angin menari dalam damai
meliuk-liuk dibawah ilalang rumputnya
ayah rela bekerja di panasnya matahari
demi mencari sejuta sesuap tuk keluarganya


matahari menyembul dibalik awan
memberi secercah sinarannya
meskipun ayah kadang menakutkan
namun ia menyimpan sejuta cinta untuk anaknya


hati terkuras nan terkelupas
melihat pacar selingkuh oh malangnya
kadangkala ayah membentak keras
kerana sejuta khawatir mencekam dirinya


berandai-andai dalam kamuflase cinta
meneriakkan segala rasa dan asa
meski raut wajah ayah sangat lelah kerana kerja
namun ia tetap memberi sejuta senyum kepada keluarganya


bunga-bunga bermekaran nan merekah
menampakkan warna-warna indah nan terpana
berikanlah sejuta maaf pada ayah
agar tak menyesal jika ia sudah tiada

HATI YANG DIBOHONGI



kian setapak lara merasuk
senja matahari kini tak ada lagi di ufuk
hati menggelayut terombang-ambing dalam ombak
berdesir halus merambat jiwa


aku, diriku dan ragaku
bernyanyi diam dalam sunyiku
dengan simphoni nada bisu
menyeruakkan pekatnya waktu
dalam keheningan yang begitu kelu


sudah banyak kubangan dosa di diriku
sudah banyak kebohongan didalam hatiku
kebohongan yang kuciptakan sendiri
tuk menutupi sepuing luka ini
yang sebenarnya tanpa kusadari
aku telah menciptakan luka ini
sakit dan pahit
beginilah kebodohan


kebohongan yang kuciptakan sendiri
luka yang kuciptakan sendiri
kebodohan yang kuciptakan sendiri
oleh karena itu,
marilah kita tertawa dalam kepahitan
tertawa sejenak betapa laranya diri ini
HAHAHA :'(


biarlah luka ini merambat ke jiwa
berteriak sendiri kian euforia yang mencekam
menepis asa bertahan dalam lara
berserakan di hati duhai kebohongan
pun hanyalah aku yang merasakan sakit ini
bukan dia bukan mereka
karena takkan kubiarkan
biarlah aku sendiri yang merasakannya
sendiri dan bernyanyi dalam sendu
dengan dendangan yang menyayat